Sebagian fixture tidak merespons perintah
Sebagian unit menyala dan merespons normal, sebagian lain diam atau menyala di warna yang salah. Pola matinya sering konsisten — selalu unit yang sama.
Diurut dari yang paling sering kami temui. Periksa berurutan — biasanya ketemu sebelum sampai bawah.
-
Alamat DMX bentrok atau salah hitung
Tiap fixture butuh blok alamat yang tidak tumpang tindih. Fixture 8 channel yang dialamatkan di 001 memakai channel 001–008, jadi unit berikutnya harus mulai di 009 — bukan 002. Salah hitung di satu titik membuat semua unit setelahnya bergeser dan berperilaku aneh.
-
Mode channel fixture berbeda dari yang diasumsikan
Banyak fixture punya beberapa mode — misalnya 3 channel, 8 channel, atau 16-bit. Mengganti mode mengubah berapa banyak channel yang dipakai unit itu, sehingga seluruh peta alamat setelahnya ikut bergeser. Unit pengganti yang datang dengan mode pabrik berbeda adalah penyebab klasik.
-
Putus di satu titik rantai
Kalau yang mati adalah fixture ke-N sampai akhir, dan semua sebelumnya normal, masalahnya hampir pasti di sambungan tepat sebelum fixture ke-N — bukan di fixture-nya. DMX mengalir berurutan; satu sambungan longgar memutus semua yang di belakangnya.
-
Universe salah di node atau controller
Di sistem ArtNet atau sACN, tiap node memetakan universe tertentu ke port DMX fisiknya. Node yang di-set ke universe yang salah akan tampak 'mati total' padahal kabel dan fixture sehat. Di ArtNet perhatikan juga Net dan Subnet, bukan hanya nomor universe.
-
Daya fixture terpisah dari data
Terdengar sepele, tapi sering terjadi di instalasi besar: fixture dapat data tapi jalur dayanya di breaker lain yang belum naik, atau sebaliknya. Fixture yang benar-benar tidak menyala sama sekali patut dicek dayanya dulu sebelum menyalahkan DMX.
Bisa dikerjakan tanpa alat khusus. Kerjakan berurutan dan catat hasilnya.
- Tukar fixture yang bermasalah dengan yang normal di posisi berbeda. Kalau masalahnya ikut pindah bersama unit, fixture-nya. Kalau tetap di posisi itu, kabel atau alamatnya.
- Buka menu fixture dan catat alamat serta mode channel tiap unit. Bandingkan dengan peta alamat yang direncanakan — biasanya langsung terlihat di mana pergeserannya mulai.
- Kalau mati mulai dari unit ke-N sampai akhir, fokuskan pemeriksaan ke sambungan antara unit N-1 dan N.
- Jalankan tes channel satu per satu dari controller untuk mengisolasi apakah fixture menerima data tapi salah menafsirkan, atau tidak menerima sama sekali.
Kalau peta alamat sudah diverifikasi dan kabel sudah ditelusuri tapi polanya tetap tidak masuk akal — atau kalau jumlah fixture sudah terlalu banyak untuk dicek satu per satu — biasanya yang dibutuhkan adalah dokumentasi alamat dan topologi yang benar, bukan perbaikan tambal sulam. Instalasi tanpa peta alamat tertulis akan mengulang masalah ini setiap kali ada unit diganti.